7 Fakta & Mitos Kecantikan Ini Bikin Gak Salah Paham Lagi

Best Beauty - Tips Kecantikan
10
Jul, 2021
Reading Time 3 min

Tak sedikit orang yang memberikan perhatian ekstra pada kulitnya. Ini karena kulit adalah bagian tubuh yang terlihat. Beberapa memilih untuk melakukan perawatan dengan produk tertentu atau pergi ke spesialis untuk menjaga kulit mereka terlihat cerah, elastis, dan kenyal.

Di sisi lain, tidak jarang mereka yang memperhatikan kondisi kulit termakan pemahaman yang salah. Mengutip dari Independent, Jumat (8/3/2019), berikut mitos dan fakta seputar kulit:

1. Kulit terus beregenerasi: fakta

Kulit adalah penghalang dinamis antara tubuh internal dan lingkungan eksternal. Sel-sel di epidermis (lapisan luar kulit) yaitu keratinosit terus membelah untuk menghasilkan pasokan sel. Selain itu, kulit merupakan sumber sel punca yang memiliki kapasitas untuk membelah dan memperbaharui diri.

2. Dua liter air sehari bisa membuat kulit sehat: mitos

Jumlah air yang diminum tidak secara langsung mempengaruhi kulit. Air dibutuhkan untuk menjaga hidrasi kulit. Ketika jumlah konsumsi air lebih sedikit dan terjadi dehidrasi, kulit akan terlihat kusam dan kurang elastis. Tetapi tidak ada volume air yang tetap untuk membuat kulit sehat. Satu hal yang penting adalah memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi.

3. Stres bisa mengakibatkan kulit tidak sehat: fakta

Ada banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh stres, termasuk yang menyangkut kulit. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk beberapa kondisi kulit. Misalnya, jika seseorang memiliki penyakit autoimun alopecia areata, gejala psoriasis, eksim, dan peradangan kulit merah semakin parah saat stres menyerang.

4. Makan coklat bisa menyebabkan jerawat: mitos

Acne vulgaris adalah jenis jerawat yang umum terjadi pada usia 30-an dan 40-an. Jerawat terjadi karena interaksi efek hormonal pada kelenjar lemak di kulit dan respon imun kulit terhadap pori-pori dan mikroba hidup. Konsumsi makanan tinggi lemak seperti coklat yang tidak sehat tidak secara langsung menyebabkan jerawat.

5. Sabun cuci bubuk menyebabkan eksim: mitos

Eksim merupakan suatu kondisi di mana kulit telah menjadi kering, gatal, dan memerah. Penyebabnya dikarenakan adanya kombinasi faktor genetik dengan efek lingkungan yang dapat menyebabkan peradangan.

Sabun, sabun cuci baju, dan bubuk pencuci lainnya bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan kekeringan dengan menghilangkan minyak dari kulit. Namun, pada orang yang kulitnya sensitif, sabun cuci bubuk bisa memperburuk kondisi eksim yang sudah terjadi sebelumnya.

6. Tanda putih pada kuku berarti kekurangan kalsium: mitos

Tanda putih diproduksi di matriks kuku, di area di bawah kulit dan di tepi atas kuku. Jika matriks tersebut mengalami trauma, terbentur atau tergigit, ketidakteraturan terjadi pada kuku yang berkembang dan udara dapat menjadi terperangkap. Kondisi ini memicu munculnya tanda putih pada kuku.

7. Sinar matahari baik untuk kulit: fakta

Sinar UVB yang terkandung dalam sinar matahari digunakan oleh kulit untuk memproduksi vitamin D yang baik untuk tubuh. Selain itu, dokter kulit menggunakan panjang gelombang UVA dan UVB tertentu dalam dosis yang dikontrol dengan cermat untuk mengurangi peradangan kulit.

Namun disisi lain, jika kulit terlalu banyak terkena sinar UV maka DNA sel kulit akan rusak yang menyebabkan kanker. Oleh karena itu, saat berada di bawah sinar matahari sangat disarankan untuk menggunakan sunscreen.

Share this
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments