Awas! Merkuri Berbahaya untuk Kulit, Begini Cara Kenalinya

Best Beauty - Tips Kecantikan
09
Jul, 2021
Reading Time 5 min

Saat ini, wanita dan pria lebih mementingkan kesehatan dan kondisi kulit. Apalagi para wanita yang bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan kulit putih, bebas jerawat dan glowing. Sehingga diperlukan pengetahuan untuk dapat memilih kosmetik yang bebas merkuri dan bahan berbahaya lainnya.

Kosmetik yang mengandung merkuri sangat berbahaya bagi kesehatan. Peredaran produknya sebenarnya sudah dilarang, namun tidak sedikit yang masih memasarkan atau membelinya. Alasannya tak lain adalah ingin wajah lebih putih dan mulus seketika, atau konsumen tidak tahu bahwa produk tersebut mengandung merkuri.

Demi keamanan dan kesehatan serta maraknya kosmetik palsu atau ilegal, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam membeli kosmetik, terutama krim wajah. Salah satu cara menghindari kosmetik berbahaya adalah dengan mengenali ciri-ciri kosmetik merkuri.

Konsumen diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih atau membeli kosmetik. Jangan mudah tergiur dengan rayuan dan tergiur dengan iklan kosmetik yang menjanjikan efek cepat dan harga murah. Belilah kosmetik yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), karena bahannya aman saat didaftarkan. Dan periksa komposisi (bahan) kosmetik.

Berikut cara mengidentifikasi krim pemutih atau krim kecantikan yang mengandung merkuri yang dapat dilakukan oleh orang awam tanpa harus menggunakan bantuan jasa Lab atau ahlinya.

Cara mengidentifikasi produk yang mengandung merkuri

  • Umumnya pemutih wajah yang mengandung merkuri itu memiliki bau yang keras. Baunya yang keras dan terkesan banyak karena pewanginya banyak, karena dia kan logam jadi baunya khas. Biasanya bau yang akan tercium agak sedikit berbau logam dan atau bisa juga diberi sedikit parfum agar wangi tapi menyengat. Nah, krim yang seperti ini patut dicurigai.
  • Krim berwarna putih-kuning. Berwarna Putih untuk krim malam, dan berwarna kuning untuk krim siang. Tidak semua produk krim dengan warna ini mengandung merkuri sih, tapi patut untuk dicurigai.
  • Ciri spesifik krim lainnya yang mengandung merkuri adalah mengkilat warnanya. Ketika kita membuka tutupnya, permukaan krim agak berkilauan seperti  hologram. Coba oleskan krim pada wajah didepan cermin lalu perhatikan apakah ada yang kilat-kilat menempel di wajah atau tidak,  krim seperti ini biasanya mengandung mercuri. Yang menyebabkan warna kilat itu  adalah merkuri. Merkuri adalah logam makanya mengkilat. Krim yang baik warnanya putih dop serta tidak mengkilat.
  • Tekstur krim pada umumnya tidak menyatu dan cenderung kasar dan menggumpal. Bila didiamkan dalam waktu lama, akan terlihat minyak dan krimnya seperti terpisah atau tidak menyatu di dalam wadah.
  • Dapat membuat kulit wajah berubah menjadi putih dalam waktu yang singkat.
  • Memang cukup bervariasi antara 1- 4 minggu bahkan banyak sekali yang langsung terlihat secara instan pada saat pertama kali penggunaan tergantung banyaknya kandungan kadar merkuri yang terdapat didalam krim. (semakin tinggi kandungan merkuri makin cepat memberikan hasil putih pada wajah). Bahkan hasilnya ada yang seperti wajahnya putih sekali alias putih pucat.
  • Umumnya menimbulkan rasa gatal yang amat sangat di awal pemakaian, tergantung jenis kulit. Makanya terkadang ada yang menyertakan dengan “krim anti iritasi”
  • Kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, terasa panas ketika terkena sinar matahari secara langsung.
  • Kulit terasa perih kemerahan, umumnya 1-2 hari diawal pemakaian (berbeda rasa perihnya ketika memakai peeling pembersih).
  • Gangguan pada saluran Kemih.

Sementara itu, berikut beberapa contoh bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan krim yang mengandung merkuri.

Efek berbahaya dari merkuri

  • Menyebabkan gangguan kerusakan pada syaraf, kasus seperti Alzheimer & parkinson, dengan ciri: Tremor (gemetar), Insomnia (susah tidur), Gangguan penglihatan, Ataxia (Gerakan tangan tak normal) Gangguan Emosi, Pikun, Depresi, Disorientasi Ruang (Rasa bingung & gelisah di awal pemakaian).
  • Dapat memperlambat pertumbuhan janin. Bahkan menyababkan anak mengalami Autisme. Hal tersebut dikarenakan merkuri tidak bisa terbuang oleh proses kerja ginjal, sehingga menumpuk didalam tubuh, dan masuk ke janin ketika ibunya hamil.
  • Dapat mengakibatkan keguguran (Kematian janin dan Mandul)
  • Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian dihentikan, flek itu dapat / akan timbul lagi & bertambah parah (melebar).
  • Dapat merusak lapisan kulit bawah. Jadi kl disinari dg lampu diagnostik, kulit yg memakai krim merkuri akan terlihat biru dibawahnya, krn sel kulit tsb mati. Selanjutnya bisa mengakibatkan kanker kulit ( basal cell carcinoma, malignant melanoma, malignum melanoma, dsb).
  • Kerusakan pada saluran pencernaan.
  • Kerusakan pada ginjal yang tentu saja dapat menyebabkan kematian akibat gagal ginjal. Perhatikan aroma air urin kamu setelah pemakain krim merkuri, bau urin akan menjadi tajam. Orang yang menggunakan krim merkuri biasa nya akan merasakan sakit pinggang. Bukan karena kelelahan tapi karena merkuri adalah logam berat yang menumpuk di ginjal (ginjal letaknya di pinggang). Ginjal itu ibarat nya saringan santan. Merkuri itu ibarat nya batu2 kerikil, kalo ginjal disuruh menyaring logam berat seperti merkuri, lama-kelamaan ginjal menjadi jebol (gagal ginjal).

Jadi, penting untuk menghindari penggunaan krim atau lotion merkuri. Namun jika kamu sudah menggunakannya dan belum terlalu lama, ada beberapa cara untuk menghilangkan racun merkuri yang meresap ke dalam tubuh.

Caranya bisa dengan banyak makan makanan berserat. Sayuran dan biji-bijian yang kaya serat perlu dikonsumsi agar pembuangan merkuri dari tubuh melalui feses menjadi lebih lancar.

Selain itu, dianjurkan juga untuk minum teh hitam dan teh hijau tanpa gula secara teratur. Minuman tersebut berkhasiat untuk membantu melawan racun dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menetralisir efek merkuri.

Selain mengonsumsi makanan dan minuman sehat, lakukan perawatan spa kaki atau perendaman kaki di tempat spa untuk membantu membuang racun melalui pori-pori. Dan yang paling penting adalah berolahraga, karena aktivitas fisik dapat membantu tubuh melakukan detoksifikasi melalui keringat.

Share this
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments